Pusat Informasi Beasiswa Abdus Salam 2026

Beasiswa Keterampilan Bahasa Asing

Mendukung pelatihan bahasa asing seperti Jerman dan Prancis sebagai bekal untuk peluang pendidikan, beasiswa, atau karier di masa depan.

Selengkapnya
Beasiswa Tugas Akhir & Riset

Memberikan pendanaan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi, penelitian, atau proyek inovatif yang memiliki nilai kebermanfaatan.

Selengkapnya
Tentang Beasiswa

Beasiswa Abdus Salam merupakan wujud nyata dari keputusan Majelis Syura MKAI 2024 yang memprioritaskan peningkatan Khuddam untuk menempuh pendidikan tinggi.

Selengkapnya

Tentang Tokoh Abdus Salam

Prof. Abdus Salam

Prof. Abdus Salam (1926–1996) adalah seorang fisikawan teoretis asal Pakistan yang menjadi tokoh Muslim pertama meraih Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1979 atas kontribusinya dalam teori penyatuan lemah-elektromagnetik.

Sebagai seorang Ahmadi, Prof. Salam dikenal karena dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan dan keimanannya. Ia memperjuangkan pentingnya pendidikan, penelitian ilmiah, dan penggunaan ilmu untuk membawa manfaat bagi umat manusia.

Prof. Salam adalah simbol perjuangan untuk pendidikan, pengetahuan, dan keadilan ilmiah, meninggalkan warisan luar biasa sebagai pelopor integrasi sains dalam kemajuan umat manusia.

Selain prestasinya dalam penelitian, Prof. Salam juga dikenal sebagai pendukung kuat pengembangan sains di negara-negara berkembang. Pada tahun 1964, ia mendirikan International Centre for Theoretical Physics (ICTP) di Trieste, Italia, dengan tujuan memfasilitasi kolaborasi ilmiah antara ilmuwan dari negara maju dan berkembang. Dedikasinya terhadap pendidikan dan penelitian ilmiah menjadikannya simbol perjuangan untuk kemajuan sains di dunia Islam dan negara berkembang.

Prof. Salam meninggal pada 21 November 1996 di Oxford, Inggris. Warisan ilmiahnya terus menginspirasi generasi ilmuwan di seluruh dunia, dan kontribusinya dalam fisika teoretis tetap menjadi landasan penting dalam pemahaman kita tentang alam semesta.

Prof. Abdus Salam